13.1.10

Boggart



Rima Nadya, pada pertemuan kami yang paling aktual, mengatakan:

"Nta, kamu itu kayak Boggart deh ..."

Boggart adalah magical creature dalam Harry Potter yang selalu berubah bentuk mengikuti wujud sesuatu yang ditakuti oleh makhluk di hadapannya.

In other words, a shape-shifter.
Di situlah kesamaan utama antara gw dan boggart.

Beberapa orang terdekat mungkin paham sekali dengan maksud gw di atas. Bukan, bukan ... gw bukannya bisa berubah bentuk menjadi sesuatu yang kalian takutkan. Tenang kawan! Gw nggak akan tiba2 berubah jadi ular, cacing, kucing, orang gila atau pria eksibisionis kok.
Gw hanya berubah bentuk jadi Dian Sastro setiap malam bulan purnama yang jatuh pada tanggal 14 Bulan Masehi dan akan  menjadi Nicolas Saputra setiap hujan es yang terjadi pada selasa minggu ketiga bulan Hijriah.
Jadi tenang saja. Oke? Mari kita lanjutkan pembahasan kesamaan antara gw dan boggart.

Selama bertahun-tahun ini, gw adalah siapa yang berinteraksi dengan gw. Tulisan-tulisan gw adalah bagaimana tulisan-tulisan yang sedang gw baca. Gaya bicara gw adalah siapa yang baru saja bicara dengan gw. Gaya kerja gw adalah siapa yang saat itu sedang menjadi partner gw.

Sebagai seseorang dengan LoC eksternal yang ekstrim, gw amat sangat ditentukan oleh bagaimana/siapa/apa lingkungan tempat gw berada. Jangan heran kalo dulu sempat menemukan kesamaan cara ketawa antara gw dan sobat A, logat bicara yang sama persis antara gw dengan teman R, atau tiba-tiba jadi panikan kayak kawan M. Pernah lho gw jadi orang yang go-with-the-flow waktu dekat dengan N, moviefreak waktu masih sama W atau jadi manusia super omdo selama bersama si K.

Gw tidak punya karakter sendiri dong?
Yeah, you could say so.

Meskipun ada beberapa keuntungan yang gw dapet (jadi super rajin waktu di semester 4,5,6 akibat berada di lingkungan dengan kebutuhan berprestasi yang besar atau ngerjain Pauli ampe  2.5 halaman akibat duduknya sebelahan sama orang yang kenceng ngerjain Pauli :P), tapi gw nyadar kok kalo lebih banyak ruginya.
Apalagi suatu saat nanti, pada masa-masa di mana gw jauh dari orang-orang yang (secara sadar maupun tidak) telah gw ikuti "bentuk"nya. Seperti Boggart yang berada di lemari tertutup, dia tidak mengikuti bentuk siapa-siapa.
Alih-alih jadi dirinya sendiri, dia malah entah jadi apa.

Jadi,
mengingat ini sudah memasuki minggu ketiga 2010 dan gw belum menulis apapun tentang resolusi, maka inilah resolusi gw:
Not being a shape-shifter anymore!
dear fellow, doakan saya sukses! :)

Untuk Adin, Rima, Rachel, Cune, Ichi, Mega, Ririn, Rani, Namon, Vinda, Anak-anak Barudak Ngora, Wisnu, Kape, Nando dll yang masih banyak lagi ...
Terimakasih banyak udah "membentuk" gw.
Tanpa kalian, gw nggak mungkin sampai pada perenungan malam ini.



Ngomong-ngomong,

katanya Vinda, sekarang sih  gw lagi jadi anak rumahan, GARING nidji, reni JAYUSman, kalo ngga penting-penting amat males kemana-mana, berusaha rapi dan terencana (walaupun dalam beberapa hal masih suka gagal :P), suka bersih-bersih, ngga mau kalah, berusaha tepat waktu dan nggak lelet (butuh effort besar buat yang terakhir, mengingat nama depan gw artinya "lelet", hohoho).
Sounds familiar?
ya, buat elo, Agent 2796,  yang "membentuk" gw seperti itu, terimakasih. Yang baik-baiknya sih maunya tetep gw pertahankan buat perbaikan ke depan. Sekali lagi, terimakasih banyak :)







 

4.1.10

Mimpi Yang Harus Terwujud Tahun Ini

Kerja sama orang ini!!!

30.12.09

ERROR

Makin lama ingatan gw makin payah dan gw nggak suka banget itu.
Gw lupa nama orang, gw sering ketuker istilah A untuk menjelaskan fenomena B, gw cuma inget teori kepribadian sementara tokohnya gw lupa siapa, dan yang paling PAYAH banget sih gw lupa dan suka ketuker ama episode-episode yang udah gw lewati.
Salah satunya adalah episode yang gw lewati dengan R dan S.
Minggu lalu gw ditanya, "Pernahkah kamu blablablabla?"
Lalu gw jawab, "Ya, pernah blabla dengan blabla" maksud hati menceritakan blabla yang gw lalui dengan R, eh kok yaaa malah kecampur-campur dan ketuker ama ceritanya si S.

Untuk S yang udah gw rugikan, maafin gw.
Gw beneran TIDAK bermaksud buat ngaku-ngaku.
Semuanya kecampur dan ketuker gitu aja.

Untuk ingatan gw yang PAYAH banget,
cepatlah pulih.
Makin lama makin banyak masalah yang kau ciptakan.

*sigh*

18.11.09

Topic of The Week

Menanggapi post dari Saudara Rima Nadya mengenai film 2012, saya jadi tertarik untuk ikut menari di atas keyboard sebagai respon terhadap kegilaan Mr. Emmerich.

1. Mulai mencari-cari beasiswa ke Johannesburg atau Kairo. Oh. Mungkin setelah melancong mengikuti final worldcup di Cape Town, secara diam-diam saya akan melamar jadi tukang potong ayam di Joburg Market. Yah, paling tidak sampai Desember 2012.

2. Les menerbangkan pesawat. Angelina Jolie aja bisa, kenapa saya tidak? *congkak dot com*



....
.....
......

Kalau benar yang dikatakan pacar saya si Rima, bahwa orang2 jadi rajin shalat pasca nonton 2012, MUI seharusnya tidak perlu repot2 menimbang-nimbang untuk memboikot film tersebut. Kalau perlu, edarkan(!), sebarlauskan(!) sampai ke layar2 tancep di pelosok nusantara.
Pada akhirnya, the end is just the beginning.

5.11.09


Happy is the heart that still feels pain
(Ingrid Michaelson)





31.10.09


Not a rival, nor a lover.
All i need now is a partner.

[The picture
came from here]

12.10.09

Langit Biru

Kamu yang meminjamkan warna padaku,
lalu aku pun sadar namaku sekarang jadi bertambah panjang.
Langit Biru.
Kini mereka memanggilku begitu.

Mereka pikir betapa dekatnya kita.
Mereka katakan betapa samanya kita.
Mereka bahkan bingung siapa meminjamkan biru pada siapa.

Kamu tertawa-tawa.
"Lihat, Puteri. Seolah kita kembar bukan? Seolah kita tidak terpisahkan!"

Sementara dalam diam aku merenung,
"Langit dan Samudera. Begitu dekat, begitu sama. Tapi pernahkah kau berpikir, wahai Pengembara, di titik apa Langit dan Samudera bertemu? Tidak ada. Langit dan Samudera memang selalu bersama, tapi tidak digariskan untuk bertemu, bahkan untuk sekali saja"

9.10.09

Pengembara bernama Samudera

"Wahai, Puteri.
Kulihat dirimu yang kelabu. Hujan terasa dari tatapan dinginmu. Entah mengapa, tertarik aku lebih dekat mengenalmu"


"Hai, orang asing.
Kulihat lembayung menaungimu dan matahari yang tersenyum untukmu. Siapakah engkau gerangan?"

"Mereka bilang warnaku Biru"

"Itulah yang kulihat darimu"

"Mereka sebut aku Samudera"

"Mungkin hatimu memang seluas itu?"

"Ah, terlalu luas untuk dinikmati sendiri. Maukah kau menerima biru lautku?"

"Untuk apa?"

"Memberi sedikit warna padamu yang selalu kelabu"

4.10.09

a heartwarming song :)

Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do
I'll still feel you here 'til the moment I'm gone.

You hold me without touch.
You keep me without chains.
I never wanted anything so much than to drown in your love and not feel your rain.

Set me free, leave me be.
I don't want to fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall,
just the way I'm supposed to be.
But you're on to me and all over me.

You loved me 'cause I'm fragile.
When I thought that I was strong.
But you touch me for a little while,
and all my fragile strength is gone.

I live here on my knees as I try to make you see that you're everything I think I need here on the ground.
But you're neither friend nor foe though I can't seem to let you go.
The one thing that I still know is that you're keeping me down.


[Gravity by Sara Bareilles]

3.10.09

Si Mamak

Seperti halnya Nando yang punya Aik, Rima dengan T'Na-nya, maka gue disini punya Mamak, perempuan selain Ibu yang memiliki keterikatan sosio-emosional dengan gw sedari gw kecil.

Nama aslinya Rasinem.
Asli orang Kroya (Cilacap).
Dikenal baik dengan panggilan Mamak (berkat gw-yang dari kecil emang berbakat jadi trendsetter-tau2 manggil beliau begitu)

Si Mak adalah orang yang merawat gw sejak gw bayi sampai gw berseragam merah putih tingkat empat, juga mengasuh Tiara sejak bayi sampai dia belajar mengeja ABCDE.
Si Mak berjasa mengajarkan bahasa Jawa Kromo Inggil ke gw (yang pada akhirnya gw lupa juga, nyahahaha) sekaligus berperan besar dalam membentuk ketakutan gw terhadap bunga :(

Prestasi terbesar Mak adalah mengejar maling jemuran dengan sabit rumput.
Keahlian Mak adalah melacak benda-benda remehtemeh-tapi-suatu-saat-berguna yang sering lupa ditaro di mana. Berkat keahliannya ini, gw dan Tiara sering bergosip bahwa Mak bisa melihat menembus dinding. Akibatnya, orang rumah mengembel-embeli nama Mak dengan kata super : SUPERMAAAAAK!
Ciri khas Mak adalah suaranya yang cempreng tapi bersahaja (susah membayangkan? ya sudah, datang sendiri ke rumah gw dan dengerin gimana Mak kalo ketawa. Ngeri, Men!)
Meski Mamak tidak mengecap bangku sekolah, beliau selalu berpikir positif dan berkali-kali mengajarkan "jangan ngarep kebaikan datang kalo bukan kamu duluan yang memulai kebaikan" :)

Mamak pulang kampung tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh.
Tapi bertahun-tahun setelahnya, Mak masih sering menelepon untuk bertukar kabar dan cerita. Posisi terakhir Mak yang kami ketahui adalah di Pasar Minggu, bekerja pada sebuah keluarga Angkatan Udara.
Setelah kami pindah dari Padang ke Bogor, kami sempat kehilangan kontak dengan Mamak. Sampai akhirnya, garis takdir mempertemukan titik kami dan titik Mamak pada lebaran seribu empat ratus dua puluh sembilan hijriah.
Sejak saat itu, hubungan kami dan Mamak kembali intens dan begitu Mbak Pur resmi mengundurkan diri untuk menikah, Mamak pun memilih ikut kembali bersama kami.



You made us stand tall
When all around us would fall
Even when you were alone
You believed you could fly

(This is Your Song-Ronan Keating)

Welcome back, Mak.
Semoga keceriaanmu mewarnai Cikaso B Lima :)

 
Header image by oPHy
Template by suckmylolly.com